Latest Post

Anime & Manga

Lirik Lagu Jepang

Rabu, 21 Februari 2018

Apasih Wibu dan Otaku ?

Apasih Wibu dan Otaku ?

Apasih Wibu dan Otaku ? - Konbawa minna~ sering kali kita mendengar kata Wibu dan Otaku dalam istilah jepang, sebenarnya apa sih itu ? dan apakah mereka beneran bau bawang ? :v Oopps... oke langsung saja kita bahas dalam artikel kali ini yang akan membahas Pengertian Wibu dan Pengertian Otaku, serta perbedaan antara Wibu dan Otaku.

Pengertian Wibu

Wibu adalah seseorang yang bisa dibilang "Over Fanatik" atau "Terlalu Fanatik" terhadap segala yang berbau Jejepangan seperti Anime, J-POP dan lain-lain

Wibu dapat dilihat dari kelakuannya di sosial media (terutama facebook) yang pokoknya serba Jejepangan. Mulai dari profile picture-nya yang tidak pernah menggunakan foto asli dan menggunakan foto Jejepangan, menggunakan nama samaran yang berbau jejepangan (misalnya nama aslinya Sunardi kemudian di sosmed diubah jadi Yoshikawa, dll), dan selalu mengagung-agungkan Jepang dan membuang negeri sendiri. Gaya bicara seorang wibu juga khas, yakni mencampuradukkan bahasanya sendiri dengan kata serapan dari Bahasa Jepang seperti desu, sugoii, kawaii, dan lainnya. dan wibu juga selalu identik dengan emoticon (:v)

Intinya, wibu itu bisa dibilang orang yang terlalu fanatik dengan Jejepangan. Semua perilakunya berkiblat pada Jepang, Jepang, dan Jepang.

Namun yang perlu diingat, tidak semua orang yang suka dengan Jepang adalah Wibu. Mereka bisa saja disebut Otaku.

Pengertian Otaku

Otaku hampir mirip dengan Wibu karena sama-sama menyukai hal-hal yang berbau Jejepangan, Namun Otaku lebih "Less-Fanatic" atau "Tidak Terlalu Fanatik" dibandingkan Wibu. Terkadang, orang mendefinisikan Otaku adalah Wibu, namun hanya untuk orang Jepang asli.

Seperti yang mimin bilang sebelumnya, Otaku lebih less-fanatic dibandingkan Wibu. Otaku suka dengam jejepangan namun tidak secara berlebihan.

Otaku terkadang tidak terlalu menunjukkan kesukaannya terhadap Jepang, dan masih mencintai budaya negeri sendiri.

Perbedaan antara Otaku dan Wibu

1. Otaku: berperilaku seperti orang biasa pada umumnya (tapi kadang-kadang masih kelihatan sih bahwa dia adalah otaku hahaha…)  Weeaboo: bangga mempertontonkan dirinya sangat ‘jepang’ atau berperilaku seperti ‘living anime character’ dalam kesehariannya, baik di rumah atau pergaulan.

2. Otaku: paham bahwa orang lain mungkin tidak mengerti hobi kegemarannya Weeaboo: memandang rendah orang yang tidak mengerti hobi kegemarannya.

3. Otaku: paham banyak dan selalu update tentang hobinya. Weeaboo: lebih dianggap ‘annoying’ karena terkesan sok tau. Kecintaannya akan Jepang serngkali meremehkan yang non-Jepang. Misalnya: Barat/Indo/Kpop gak sebagus Jepang. Ber-api-api menyebut segala hal adalah plagiat jepang.

4. Otaku: lebih senang membicarakan kegemarannya lebih senang pada teman yang memiliki minat yang sama. Weeaboo: membicarakan hobi atau kegemarannya pada siapapun, dimanapun, dan kapanpun.

5. Otaku: lebih merupakan ‘Hobby addicted’ bukan ‘japan addicted’.  Mereka dapat menyukai film, videogame, atau musik non-jepang, tidak menjadi masalah berasal dari jepang atau bukan. Weeaboo: lebih merupakan ‘japan addicted’. Mereka berpendapat bahwa Anime dari jepang “is the best thing ever”, jauh di atas segala media visual lainnya, apalagi jika dibandingkan dengan animasi atau film kartun dari negara barat atau negara lainnya.

6. Otaku: dalam kesehariannya, masih menggunakan bahasa normal, mereka tidak merasa wajib mesti bicara dengan bahasa otaku atau jejepangan Weeaboo: selalu berbicara dengan bahasa otaku atau jejepangan di segala kesempatan, pada siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Terkadang dia sendiri tidak mengerti makna istilah yang dibicarakannya hahaha… Dalam setiap percakapannya, Weeaboo berusaha menyelipkan kata: "Kawaii, Sugoi, Kakkoi, Baka, Arigatou, Desu desu desu, dan lain-lain.  Mereka menyebut kucing, dengan sebutan “ neko ”, atau menyebut “ kuma ” untuk beruang, atau menyebut "Senpai" kepada semua kakak kelas atau seniornya tanpa kecuali, atau mengucapkan “ itadakimasu! ”sebelum makan, minta maaf dengan ucapan “Sumimasen” atau “Gomennasai”. Mereka tidak peduli orang mengerti atau tidak. Contoh kata-kata Weeabo: " Aduuh, dia kawaii banget yaaa? " , " AAA gue baka! baka! baka! " , " Payah ah, wotagei aja gatau ". Kosa kata lainnya kira-kira : bishies anime is so sugoi desu, yaoi yaoi yaoi desu desu, saying japanese words so sugoi, dsb. Sama menjengkelkannya dengan trend bicara menggunakan kata “annyeong haseo, gamsahamnida, chingudeul, saranghae sarangburung sarang laba-laba dan sarang-sarang lainnya. Hahaha… Hanya saja dalam hal ini topiknya jejepangan.

7. Otaku: terbuka atas candaan dan kritikan orang. Otaku tidak tersinggung jika hobi kegemaranya atau karakter favoritnya dijadikan lelucon. Kadang malah mereka sendiri yang membuat leluconnya. Weeaboo: sangat tersinggung jika ada lelucon dan kritik mengenai karakter favoritnya atau artis idolgrup-nya. Bahkan mereka merasa sangat terhina jika sebuah ‘idolgrup-nya’ disebut girlband, contoh: “beda tauk, idol itu gini gini gini...” padahal kalau dipikir-pikir, orang jepang mungkin nyebut smash sebagai idol group juga hahaha…

8. Otaku: berpendapat jepang adalah ‘salah satu’ negara yang menghasilkan banyak produk menarik yang digemarinya. Weeaboo: berpendapat Jepang adalah semacam “holy land” yang paling ‘Superultrafantasticmegawesome’ di planet ini. Weeaboo cenderung dianggap ‘annoying’ bagi banyak orang, karena kecintaan mereka akan jepang seringkali meremehkan budaya lain, misalnya : anti animasi amerika, anti Kpop, dll. Bagi weeaboo, semua itu adalah plagiat, kecuali dari jepang. Kecuali dalam hal budaya indonesia biasanya mereka bungkam karena takut. Tetapi kadang untuk meraih dukungan, mereka akan mengatakan: “ aku cinta jepang tapi cinta indonesia juga kok “. Dalam hal kesukaan musik, mereka hanya suka musik jepang, Weeaboo cenderung tidak suka musik negeri lain, kecuali bernuansa J-pop atau J-rock seperti J-rocks. Weeaboo yang memiliki barang asli jepang akan merasa seperti memiliki benda pusaka. Mereka cenderung bangga berbelanja di toko yang menjual barang-barang asli dari Jepang, baik berupa makanan, figure, peralatan rumah, perabotan dapur, pakaian, dan sebagainya. Mereka juga beranggapan  makanan jepang adalah sejenis makanan level dewa. Selain itu mereka pun sangat terobsesi makanan ala karakter anime seperti pocky, ramen, sushi, ramen, ocha, takoyaki, okonomiyaki, atau minumannya Pocari Sweat.

9. Otaku: bisa saja orang jepang asli, atau dari negara lain. Weeaboo: bukan orang jepang, tidak lahir di jepang, dan bukan warga negara jepang. Weeaboo yang PERNAH ke Jepang, PERNAH sekolah disitu, PERNAH tinggal disitu, PERNAH bekerja disitu, akan dikagumi sesama Weaaboo, dan dianggap  sebuah ‘pencapaian level dewa’

10. Otaku bilang: I like One Piece. One Piece is my favorite anime. This anime is very good, interresting story, and the character are unique. Weeaboo bilang: Sasuke is my hubby. Hatsune Miku is my waifu. Sugoi sugoi desu desu desu, yaoi is so sugoii, etc.

11. Otaku: tidak tersinggung disebut otaku, kecuali bernada mengejek. Weeaboo: Tersinggung jika disebut weeaboo. Mereka merasa dirinya adalah otaku. Padahal weeaboo sendiri dianggap menyebalkan oleh otaku.

12. Otaku: menyukai username atau nickname bernuansa nama karakter favoritnya. Bisa saja bernuansa jepang atau bukan. Weeaboo: menyukai username atau nickname bernuansa ‘jepang’. Mereka pandai meng-kawaii-nisasi profile dan nama aslinya supaya lebih ‘jepang’ . Kadang pada profilnya tertulis lives in tokyo, atau kalau perlu lengkap dengan kanji / hiragana / katakananya; pengubahan nama ini pun tidak hanya secara parsial namun secara keseluruhan. Bahkan dalam kesehariannya, mereka lebih senang dipanggil nama jepangnya daripada nama asli pemberian orangtuanya.

Persamaan antara Otaku dan Wibu

1. Menggemari anime, manga, videogame, internet dan semacamnya.

2. Menyukai koleksi figure, toys, merchandise, art book, manga, dvd, cd, download-an, atau semacamnya.

3. Pada dasarnya mereka orang-orang yang sangat kreatif, menyukai hal-hal kreatifitas, info-info update, dan berbagai fanart, terutama yang berhubungan dengan kegemarannya.

4. Menggemari gadget atau internet.

5. Kadang mereka memilik komunitas dengan minat yang sama.

6. Menyukai event yang berkaitan dengan kegemarannya, misalnya cosplay, anime convention, dll.

7. Menyukai menggunakan profil, username atau nickname yang unik. Kadang mengunakan sebagian nama karakter favoritnya atau artis idol-nya, dan berbagai tema anime, foto profil/avatar, status bb, tanda tangan, background laptop, dan lain-lain.

8. Menyukai dan mengerti banyak istilah-istilah per-otakua-an dalam anime/manga.

9. Tidak semua, tetapi kebanyakan mereka menyukai berfoto dengan pose seperti karakter anime, contoh yang paling sering: tersenyum dengan jarinya membentuk "V".

Apakah Wibu dan Otaku Bau Bawang ?

Sering kali kita mendengar atau melihat seseorang ketika meledek orang yang terlalu over dengan jepang dibilang "Bau Bawang", nah apakah mereka benar-benar bau bawang ??? wkwkwk tentu tidak sob, itu hanya sebuah "Ledekan" saja kepada mereka yang terlalu fanatik dengan Jepang.

Kesimpulan dari Artikel Wibu dan Otaku

Fanatik terhadap hal hal yang berbau Jejepangan boleh saja, namun jangan sampai lupa budaya kamu sendiri. :D Arigatoou~

Senin, 19 Februari 2018

Signal.MD Merespon Anti-Semistic dari Direktur Recovery of an MMO Junkie

Signal.MD Merespon Anti-Semistic dari Direktur Recovery of an MMO Junkie

Signal.MD Merespon Anti-Semistic dari Direktur Recovery of an MMO Junkie - Produksi I.G anak perusahaan studio Signal.MD, yang menghasilkan Pemulihan sebuah anime televisi MMO Junkie, memposting sebuah pernyataan dalam bahasa Jepang dan Inggris pada hari Jumat mengenai Pemulihan sebuah tweet anti-Semit di majalah anime MMO Junkie Kazuyoshi Yaginuma. Pernyataan lengkap berbunyi:

Kami mendapat perhatian bahwa serangkaian Tweet di bawah pegangan, @yaginuma_san, yang rupanya dibuat oleh Pak Kazuyoshi Yaginuma telah memasukkan komentar anti-Semit. SIGNAL MD ingin menjelaskan bahwa hal itu sangat bertentangan dan mencela anti-Semitisme dan segala bentuk rasisme atau diskriminasi.
Mr Yaginuma adalah direktur anime "Pemulihan Junkie MMO" yang diproduksi oleh SIGNAL MD, tidak pernah menjadi anggota perusahaan kami dan tidak lagi dipekerjakan oleh kami.

Dengan asumsi komentar yang muncul di bawah gagang Twitter @yaginuma_san, memang dibuat oleh Yaginuma, mereka tidak terkait dengan perannya sebagai direktur "Pemulihan Junkie MMO" dan tidak didukung oleh SIGNAL MD.

Kami akan terus menciptakan karya yang bergerak dan menyenangkan, dengan filosofi memberi kegembiraan kepada banyak pemirsa dan berupaya menciptakan karya yang memuaskan klien kami.

Terima kasih atas dukungan dan pengertiannya.

Perusahaan induk Crunchyroll Ellation juga memposting sebuah pernyataan mengenai komentar kontroversial Yaginuma awal bulan ini.

source : animenewsnetwork.com

Minggu, 18 Februari 2018

Full Drive, Golem Hearts Manga Akhir di Shonen Jump

Full Drive, Golem Hearts Manga Akhir di Shonen Jump

Full Drive, Golem Hearts Manga Akhir di Shonen Jump - Majalah Shueisha Weekly Shonen Jump edisi ke-12 ini menerbitkan bab terakhir manga Full Drive Genki Ono dan manga Golem Heart Gen Osuka pada hari Senin.

Volume kedua dan ketiga dari Full Drive akan dikirim ke Jepang pada tanggal 4 April. Situs resmi Inggris untuk Shonen Jump menggambarkan ceritanya:

Pernah ada seorang atlet Jerman yang cerdik yang merupakan satu-satunya orang di dunia yang tidak dapat disalin oleh negara tenis meja China. Beberapa dekade kemudian, hari ini, kisahnya dimulai dengan seorang anak laki-laki Jerman berkebangsaan kecil yang melintasi Jerman dan Jepang di mana dia bertemu dengan kecantikan tenis meja jenius Jepang. Kisah tenis meja yang penuh gairah dan mainstream bertamasya !!
Volume kedua dan terakhir Golem Hearts akan dikirim ke Jepang pada tanggal 4 April. Situs resmi Inggris untuk Shonen Jump menggambarkan ceritanya:

Ada dunia di mana "Golem," humanoids magis, diciptakan untuk mematuhi perintah pemilik mereka untuk membantu orang. Lemmeck, arcanis, dan anaknya, Nuh, selalu dijauhi oleh penduduk kota di kota kecil mereka karena alasan tertentu ... Fantasi golem yang menyenangkan, penuh gairah, dan penuh semangat lahir!
Kedua seri diluncurkan pada bulan Oktober dan Viz Media diputar dalam edisi digital berbahasa Inggris dari Weekly Shonen Jump sebagai bagian dari inisiatif "Jump Start" -nya.

source : animenewsnetwork.com

My Hero Academia: One's Justice Game Menambahkan 3 Karakter yang Lebih Dimainkan

My Hero Academia: One's Justice Game Menambahkan 3 Karakter yang Lebih Dimainkan

My Hero Academia: One's Justice Game Menambahkan 3 Karakter yang Lebih Dimainkan - Majalah Shueisha Weekly Shonen Jump edisi ke 12 ini mengungkapkan tiga karakter yang dapat dimainkan pada hari Senin yang akan muncul di My Hero Academia: permainan Keadilan seseorang. Tiga karakter baru termasuk Ochaco Uraraka, Tenya Iida, dan Shōto Todoroki.

Karakter lain yang dapat dikonfirmasikan termasuk Izuku Midoriya, Katsuki Bakugō, All Might, dan Tomura Shigaraki.

Bandai Namco Entertainment Eropa akan merilis game untuk PlayStation 4, Nintendo Switch, Xbox One, dan PC tahun ini.

Game aksi pertarungan juga akan diluncurkan di Jepang untuk PS4 and Switch tahun ini.

Manga Kōhei Horikoshi My Hero Academia sebelumnya mengilhami Akademi Pahlawan Saya: Pertempuran untuk Semua game Nintendo 3DS di bulan Mei 2016, dan Akademi Pahlawan Saya: Gekitotsu! Heroes Battle game arcade card dengan game smartphone yang menyertainya, yang diluncurkan pada bulan April 2016.

Baru-baru ini, manga mengilhami game Hero Hero Academia: Smash Tap, yang diluncurkan tahun lalu.

source : animenewsnetwork.com

Splatoon 2 is Switch's Meraih 2 Juta Penjualan di Jepang

Splatoon 2 is Switch's Meraih 2 Juta Penjualan di Jepang

Splatoon 2 is Switch's Merahih 2 Juta Penjualan di Jepang - Anak perusahaan Kadokawa Gzbrain Inc. dan majalah game Famitsu Kadokawa melaporkan pada hari Rabu bahwa game Nintendo Splatoon 2 telah menjual sekitar 2.016.182 eksemplar di Jepang mulai 11 Februari. Permainan ini sekarang merupakan game Nintendo Switch terlaris di Jepang sejauh ini, dan ini adalah game pertama konsol ini melampaui 2 juta eksemplar yang terjual di Jepang.

Siaran pers pengumuman juga menyatakan bahwa Nintendo Switch telah menjual sekitar 3.766.244 unit di Jepang pada 11 Februari. Switch telah menjual 14,86 juta unit di seluruh dunia mulai 31 Desember, melampaui penjualan Wii U di seluruh dunia yang mencapai 13,56 juta unit.

Permainan menggunakan kontrol Joy-Con dan Pro, dan dapat dimainkan di Mode TV dan Mode Genggam. Pemain bisa bermain melawan lawan secara online, atau melalui multiplayer lokal. Sama halnya dengan game Splatoon yang asli, Nintendo akan terus mengupdate Splatoon 2 dengan tahapan dan senjata baru setelah game diluncurkan. Nintendo juga merencanakan acara dalam game.

Nintendo merilis game Splatoon pertama untuk Wii U pada bulan Mei 2015. Game ini berpusat pada "Inklings," yang merupakan makhluk yang dapat bertransformasi antara bentuk manusia dan cumi. Pertandingan tersebut membuat para pemain memperjuangkan wilayah karena dua tim berjuang untuk menutupi medan tempur mereka dengan warna cat masing-masing.

Viz Media melisensikan manga adaptasi Sankichi Hinodeya dari game pertama dan mengirimkan volume pertama pada 12 Desember. Volume kedua akan dikirimkan pada tanggal 13 Maret.

Cyberdimension Neptunia: 4 Goddesses Online Game Diluncurkan di Steam pada tanggal 27 Februari

Cyberdimension Neptunia: 4 Goddesses Online Game Diluncurkan di Steam pada tanggal 27 Februari

Cyberdimension Neptunia: 4 Goddesses Online Game Diluncurkan di Steam pada tanggal 27 Februari - International Idea Factory mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka akan merilis versi Steam dari Cyberhimension Compile Heart Neptunia: 4 game Goddess Online Online (Cyber ​​Dimension Neptune: 4 Goddesses Online) pada tanggal 27 Februari. Permainan ini akan memiliki pilihan bahasa subtitel dalam bahasa Jepang dan bahasa Cina tradisional sebagai tambahan. ke bahasa Inggris, dan akan menampilkan audio dalam bahasa Jepang dan Inggris.

Idea Factory International merilis game secara fisik dan digital untuk PlayStation 4 di Amerika Utara pada tanggal 10 Oktober dan di Eropa pada tanggal 13 Oktober. Rilis konsol mencakup audio bahasa Inggris dan Jepang.

Cyber ​​Dimension Neptune: 4 Dewi Kisah online menampilkan empat dewi seri yang dipilih sebagai penguji beta untuk sebuah game online, lengkap dengan avatar berdasarkan pada mereka. Game online diatur di dunia bernama Alsgard. Di sana, para dewi bertemu dengan jiwa penjaga yang memandu petualang. Dalam cerita game, para pemain bermain sebagai "Terpilih Ones" dari para dewi yang harus mengakhiri ancaman dari penguasa iblis jahat.

Game tersebut dikirim dengan judul Cyber ​​Dimension Neptune: 4 Goddesses Online untuk PlayStation 4 di Jepang pada bulan Februari 2017.

source : animenewsnetwork.com

Sabtu, 17 Februari 2018

Legend of the Legendary Heroes' Light Novel Sequel Diakhiri Dengan Volume Berikutnya

Legend of the Legendary Heroes' Light Novel Sequel Diakhiri Dengan Volume Berikutnya

Legend of the Legendary Heroes' Light Novel Sequel Diakhiri Dengan Volume Berikutnya  - Volume 17 dari seri Takine Kagami Dai Densetsu no Yūsha no Densetsu (Legend of the Great Legendary Heroes) mengungkapkan pada bulan Oktober yang lalu bahwa Kagami akan mengakhiri seri novelnya dengan volume ke-18.

Dai Densetsu no Yūsha no Densetsu adalah sekuel dari seri cahaya baru milik Kagami yang berjudul Densetsu no Legend of the Legendary Heroes). Seri aslinya terjual 11 volume dari tahun 2002 sampai 2006, dan Kagami merilis volume pertama Dai Densetsu no Yūsha no Densetsu pada tahun 2007.

Kagami juga menulis seri koleksi cerpen 11-volume Toriaezu Densetsu no Yūsha no Densetsu dari tahun 2002 sampai 2007, dan delapan volume Shin Denyūden: Kakumei-hen - Ochita Kuroi Yūsha no Densetsu novel spin-off dari tahun 2007 sampai 2013. Saori Toyota mengilustrasikan novel.

Novel tersebut mengilhami adaptasi anime televisi yang mencakup rangkaian novel asli tahun 2010. Funimation melisensikan serial tersebut dan membagikan serial tersebut saat ditayangkan di Jepang. Perusahaan ini juga merilis anime pada Blu-ray Disc dan DVD pada tahun 2012. Funimation menggambarkan anime:

Ryner bukan tentara khasmu. Terkutuklah dengan kekuatan misterius dan mematikan - Alpha Stigma - dia telah disebut monster seumur hidupnya. Pasangannya yang cantik, Ferris, adalah seorang pejuang yang mematikan dengan akal setajam pedangnya. Bersama-sama mereka mencari Hero Relics, artefak mistik yang memberi pemiliknya kemampuan supernatural yang dahsyat, untuk membantu raja mereka memberi harapan kepada negara yang diganggu oleh korupsi politik.
Ketika mereka menyilangkan senjata dengan sepasang pemburu berbahaya yang menggunakan beberapa persenjataan kuno, Ferris menghadapi Ryner dalam keadaannya yang paling mudah berubah. Sebagai musuh menunggu dalam bayang-bayang dan darah tumpah di tengah ancaman terus-menerus pemberontakan, untuk pahlawan ini, satu gerakan bisa memicu perang.

Novel tersebut juga mengilhami seri Tionaku Densetsu no Yūsha no Densetsu dengan ilustrator seri Saori Toyota yang dikompilasi menjadi satu volume buku. Hiroko Nagakura menggambar adaptasi manga sembilan volume dari tahun 2008 sampai 2012. Takaya Kagami menggambar adaptasi empat volume Shin Denyūden: Kakumei-hen - Ochita Kuroi Yūsha no Densetsu dari tahun 2010 sampai 2012, serta dua volume Densetsu no Yūsha Tidak ada manga Densetsu Revision dari tahun 2010 sampai 2011.

source : animenewsnetwork.com